November 17, 2009

Welcome to Bandung



Pada tanggal 12 November 2009, dalam rangka memperingati HUT perusahaan, seluruh karyawan PT. ReINDO mengadakan tour ke Bandung dan sekitarnya. Dengan motto "Grow Stronger Together".


Hari Pertama :
Start dari Jakarta langsung menuju obyek wisata di Bandung, yaitu Gunung Tangkuban Perahu.




Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di propinsi Jawa Barat, . provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Berdasarkan Legenda rakyat setempat, yaitu Legenda Sangkuriang
Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Diantara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya diantaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.

Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Sayang seribu sayang, belum lama menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu, rahmat Allah pun turun dengan deras, seolah menyertai kegembiraan keluarga besar karyawan disini. Walhasil kami semua berlarian mencari tempat berteduh. Warung-warung setempat pun dijadikan tempat berteduh.

Melanjutkan perjalanan kami untuk makan siang bersama di Restoran Sindang Reret.




Disini kami langsung disambut dengan senyuman hangat para pelayannya. Disuguhi musik tradisional Bandung serta masakan-masakan khas sunda.


Selepas menunaikan sholat dhuhur berjamaah, dan menyantap semua hidangan yang tersedia. Panitia membagikan hadiah lewat quiz. Sambil mendengarkan pertanyaan-pertanyaan dari sang MC, kami bersantai ria.


Setelah pembagian hadiah pertama, kamipun bersiap2 meninggalkan restoran sindang reret, dan melanjutkan perjalanan menuju tempat peristirahatan di Hotel Mason Pine.


Ah... lanjut perjalanan menuju Hotel.....

0 comments:

Poskan Komentar

Thanks for your comments

Recent Comments